Iyo

Senin, 18 Oktober 2010

Handphone atau Telpon?

Banyak hal yang mungkin terjadi entah yang kita duga atau yang tidak terduga sama sekali. Misal tiba-tiba aja lupa bawa duit pas lagi beli bensin di Pom Bensin da akhirnya ninggal KTP untuk jaminan sementara atau pas lagi di swalayan belanja banyak, tapi akhirnya duit gak pas untuk bayar karena pas lagi ambil belanjaan di luar budget. Nah unik banget kan kalau ada sesuatu hal  yang sepele tapi akhirnya berdampak besar dan menjadi suatu yang berdampak signifikan dalam kehidupan. Hal yang tak terduga itu memang kadang sedikit bukan sedikit tapi memang banyak yang menjadi korban akibat kurang fokus atau lupa pada suatu hal.
Untuk kali ini aku gak akan bahas tentang lupa atau yang lain, tapi akan membahas keunikan yang terjadi di dalam kehidupan dalam kehidupan terlalu luas jadi aku lebih persempit ke arah keunikan yang ada dalam kehidupan sehari-hari terutama di rumah. Banyak keunikan yang terjadi. Mungkin terlihat seperti hal yang tidak lazim, tapi memang ada dan terjadi tanpa unsur kesengajaan dan dibuat-buat. Ada yang memang dibuat-buat dan disengaja, tapi sampai sekarang juga aku gak tau kenapa bisa seperti itu.
Seperti halnya alat komunikasi yang bernama Handphone atau dalam kebaisaan orang-orang menyebutnya adalah HP. Siapa yang yang gak punya Hp di era globalisasi seperti ini. Hampir seluruh masyarakat dari kelas bawah,menengah,atas sampai yang atas banget punya Hp. Dari segi merek bervariasi dan disesuaikan dengan kebutuhan. Tapi kalian nyadar gak fungsi awal dari Hp itu sendiri apa? Fungsi Hp yaitu alat komunikasi dan sms. Kalau dibandingkan dengan telpon atau alat komunikasi yang gak portable yang ada kabelnya. Jelas berbeda kan? Tapi untuk kebiasaan dirumahku yang namanya telpon dan handpone hampir disamakan fungsinya. Padahal udah jelas banget hand dan telpon.
Seperti banyak peristiwa akhir-akhir ini. Sudah beli handphone yang CDMA, tapi gak pernah dipakai. Mala ditinggal di rumah. Bingung kan? Sama. Setelah ditelusuri lebih dalam ternyata alesannya simpel karena gak ada pulsa jadi gak dibawa. Padahal waktu ada pulsa juga gak dibawa. Nah terus ngapain beli hp coba! Kadang banyak yang telpon juga bingung karena handphone jarang mala gak pernah dibawa. Itu segelintir kisah dari Ayah saya yang udah beli handphone, tapi gak tau juga kenapa sampai sekarang jarang bawa hp mala beli handphone baru yang rada canggih.